Langsung ke konten utama

Anatomi Perkembangan Tumbuhan Dalam Perspektif Al-Qur'an


Pembentukan Buah dan Biji Dalam Perspektif Al-Qur'an 

Proses pembentukan dan perkembangan buah dan biji, akan membentuk dan mendepositkan gula, dan senyawa lainnya pada buah.  Perkembangan buah dipengaruhi oleh hormon sebagai fitoregulator. Perkembangan buah biasanya diikuti dengan perkembangan biji. Namun pada buah partenocarpi tidak adanya perkemabanagan embrio. 
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman 

Q.S 2:61

وَاِذْ قُلْتُمْ يٰمُوْسٰى لَنْ نَّصْبِرَ عَلٰى طَعَامٍ وَّاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنْۢبِتُ الْاَرْضُ مِنْۢ بَقْلِهَا وَقِثَّاۤىِٕهَا وَفُوْمِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۗ قَالَ اَتَسْتَبْدِلُوْنَ الَّذِيْ هُوَ اَدْنٰى بِالَّذِيْ هُوَ خَيْرٌ ۗ اِهْبِطُوْا مِصْرًا فَاِنَّ لَكُمْ مَّا سَاَلْتُمْ ۗ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ وَالْمَسْكَنَةُ وَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ مِّنَ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَانُوْا يَكْفُرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ وَيَقْتُلُوْنَ النَّبِيّٖنَ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ ࣖ

Terjemah :

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata, “Wahai Musa! Kami tidak tahan hanya (makan) dengan satu macam makanan saja, maka mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia memberi kami apa yang ditumbuhkan bumi, seperti: sayur-mayur, mentimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merah.” Dia (Musa) menjawab, “Apakah kamu meminta sesuatu yang buruk sebagai ganti dari sesuatu yang baik? Pergilah ke suatu kota, pasti kamu akan memperoleh apa yang kamu minta.” Kemudian mereka ditimpa kenistaan dan kemiskinan, dan mereka (kembali) mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa hak (alasan yang benar). Yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui batas.


Gambar 1
. Macam-Macam Buah 

Daftar isi [tutup]  
  1. Macam-macam buah berdasar anatomi pericarpium
  2. Macam-macam buah berdasar asal pembentuknya
  3. Macam-macam buah berdasar asal bunga 
  4. Absisi buah 
  5. Pembentukan Biji
  6. Perkembangan Biji

Macam-macam Buah berdasar Anatomi Pericarpium

Buah berdasarkan anatominya dibedakan menjadi buah kering dan buah berdaging. Contoh buah kering adalah cariopsis pada jagung dan padi yang epicarpiumnya disusun atas jaringan sklerenkim. Buah berdaging adalah buah yang memiliki pericarpium yang tersususun atas jaringan palisade. Selama perkembangan buah dinding ovarium berkembang menjadi perikarpium. 


Gambar 2. Buah Gandum 


Gambar 3. Buah Jagung 


Macam-macam Buah berdasar Asal Pembentuknya

Buah berdasarkan asal pembentuknya dibedekan menjadi buah sejati dan buah semu. Buah sejati adalah buah yang perkembangannya berasal dari ovarium (bakal buah), sedangkan buah semu adalah buah yang perkembangannya berasal dari ovarium dan atau bagian lain dari bunga yang turut berkembang mejadi buah. 

A. Buah semu dapat dibedakan dalam:

1. Buah semu tunggal

Yaitu buah semu yang terjadi dari satu bunga dengan satu bakal buah. Misalnya tangkai bunga pada jambu monyet (Anacardium occidentale L.)


Gambar 4. Anacrdium occidentale 


2. Buah semu ganda

Yaitu jika dalam satu bunga ada lebih dari satu bakal buah yang bebas satu sama lain. Misalnya buah arbei (Fragraria vesca L.)


Gambar 5Fragraria vesca 


3. Buah semu majemuk

Yaitu buah semu yang terjadi dari bunga majemuk, tapi seluruhnya dari luar tampak seperti satu buah saja. Misalnya buah nangka (Artocarpus integra Merr).


Gambar 6Artocarpus integra 


B. Buah sejati dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu:

1.Buah sejati tunggal

Adalah buah sejati yang terjadi dari satu bunga dengan satu buah saja. Buah ini dapat berisi satu biji atau lebih. Misalnya buah mangga (Mangifera indica L.), buah pepaya (Carica papaya L.), dan buah durian (Durio zibethinus Murr.)


Gambar 7. Carica papaya



Buah sejati tunggal dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

a. Buah sejati tunggal yang kering (siccus), yaitu buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan      mengayu seperti kulit yang kering.

b. Buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus), ialah jika dinding buahnya menjadi tebal               berdaging. Dinding buah sering kali dengan jelas dapat dibedakan dalam 3 lapisan, yaitu:

2. Buah sejati ganda

Yang terjadi dari satu bunga dengan beberapa bakal buah yang bebas satu sama lain. Dan masing-masing bakal buah menjadi satu buah. Misalnya cempaka (Michelia champaca Bail.)


Gambar 8. Buah Cempaka


3. Buah sejati majemuk

Yaitu buah yang berasal dari suatu bunga majemuk. Yang masing-masing bunganya mendukung bakal buah. Tapi setelah menjadi buah tetap berkumpul, sehingga seluruhnya nampak seperti satu buah saja. Misalnya pandan (Pandanus tectorius Sol.)


Gambar 9. Pandanus tectorius

Macam-macam Buah berdasar Asal Bunga

1. Buah sederhana

buah tunggal, yakni buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih. Buah polong (legumen) terdiri atas satu daun buah dengan satu ruangan dan banyak biji; sering pula ruangan ini terpisah-pisah oleh sekat semu. Jika masak, ruangan akan terbuka menurut kedua kampuhnya yang memanjang. Contohnya adalah aneka jenis polong-polongan (Fabaceae, atau dulu disebut Leguminosae).


Gambar 10. Buah Polong 

2. Buah agregat

buah ganda, yakni jika buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri tetapi akhirnya menjadi kumpulan buah yang tampak seperti satu buah. Contohnya adalah sirsak (Annona).


Gambar 11
Anona muricata


3. Buah majemuk

buah majemuk, yakni jika buah terbentuk dari bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Contohnya adalah nanas (Ananas) dan bunga matahari (Helianthus).


Gambar 12Ananas comasus


4. Buah aksesoris

Buah yang perkembangan nya berasal dari bagian lain selain ovarium. Contoh buah aksesori adalah buah apel. 


Gambar 13. Buah Apel 


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman mengenai pembentukan buah dalam surah Al-An'am ayat 99


وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۚ فَاَخْرَجْنَا بِهٖ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَاَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًاۚ وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَّجَنّٰتٍ مِّنْ اَعْنَابٍ وَّالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ اُنْظُرُوْٓا اِلٰى ثَمَرِهٖٓ اِذَٓا اَثْمَرَ وَيَنْعِهٖ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكُمْ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ 

Terjemah :
Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sungguh, pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Al-Qur'an Surah Al-An'am (6):141

۞ وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَ جَنّٰتٍ مَّعْرُوْشٰتٍ وَّغَيْرَ مَعْرُوْشٰتٍ وَّالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا اُكُلُهٗ وَالزَّيْتُوْنَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَابِهٍۗ  كُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖٓ اِذَآ اَثْمَرَ وَاٰتُوْا حَقَّهٗ يَوْمَ حَصَادِهٖۖ وَلَا تُسْرِفُوْا ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَۙ

Terjemah :

Dan Dialah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan,

Absisi Buah

Absisi buah adalah proses pengguguran buah, absisi (pengguguran) dapat terjadi pada organ lain seperti bunga, daun, atau ranting. Suatu daerah pembelahan sel yang disebut daerah absisi, berkembang dekat pangkal tangkai daun, sehingga terbentuk sejumlah dinding sel yang melintang tegak lurus terhadap sumbu panjang tangkai daun.  Pektinase dan selulase dirangsang pembentukannya pada sel-sel di daerah absisi, dan akan melarutkan lamela tengah dinding yang melintang tadi, sehingga tangkai daun lepas. Hubungan ikatan pembuluh yang terputus akan tersumbat dengan dibentuknya tilosa (tylose), yaitu suatu zat sejenis "gum" dan dilapisi sel-sel gabus. 

Dalam proses ini dua peristiwa terlibat, yaitu pembelahan sel dan induksi hidrulosa. Kedua proses ini merupakan proses metabolisme yang aktif dan oleh karenanya merupakan bagian yang terprogram dalam perkembangan tumbuhan. Absisi buah terjadi pada zona absisi yang berada pada tangkai buah. Tempat daerah absisi beragam sesuai dengan jenis buah-buahan tertentu memiliki lebih dari satu daerah absisi, misalnya di daerah tangkai buah atau di dasar buah. 

Pada prunus (keluarga buah plum, perisik, aprikot, ceri), misalnya di awal pengguguran, buah gugur berikut tangkainya, namun yang gugur kemudian, tidak dengan tangkainya.  Pada jeruk, bagian pemisah terdapat di bawah pangkal buah tempat berkas-berkas pembuluh berdivergensi dari dasar bunga memasuki karpel. 

Taraf diferensiasi dari daerah absisi juga beragam dalam buah yang berbeda-beda. Dalam daerah pemisah pada buah apel masak, beberapa lapisan sel menunjukkan penambahan ukuran sel. Dinding sekunder dalam sklerenkim kehilangan sifat anisotropnya, sedangkan dinding primer dan sebagian dinding sekunder larut. Pembuluh kayu dan serat akan rusak. Pada buah jeruk, sejumlah pati akan terkumpul di daerah absisi dan pektin menghilang. Akibatnya dinding sel melemah. 

Kecenderungan pada kebanyakan buah untuk gugur sebelum masak merupakan masalah hortikultura. Buah dapat berabsisi pada berbagai tahap perkembangannya. Pada saat buah masak, absisi terjadi saat biji masih ada dalam buah (yakni pada buah yang tak membuka dan biasanya pada buah berdaging) atau sesudah biji dibebaskan (yakni pada buah yang membuka).
 
Absisi buah yang terjadi sebelum masa panen menyebabkan kerugian bagi petani. Beberapa aplikasi zat pengatur tumbuh dapat mengurangi tingkat kerontokan buah. Misalnya aplikasi auksin sintetis pada buah leci dapat mengurangi tingkat keron tokan buah clan meni ngkatkan bu ah. Penyemprotan GA3 dan NAA (1 -Naphthaleneacetic asam) dapat mengurangi tingkat kerontokan buah apel karena giberelin dapat merangsang pembelahan dan pemanjangan sel. Sampai taraf tertentu masalah itu dapat dikendalikan dengan membubuhkan 2,4 D (2,4 diklorofenoksiasetat) untuk mencegah hidrolisis senyawa pektin.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman mengenai peristiwa absisi dalam Surah Al-An'am ayat 59 sebagai berikut: 

۞ وَعِنْدَهٗ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ اِلَّا هُوَۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَّرَقَةٍ اِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمٰتِ الْاَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَّلَا يَابِسٍ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ 


Terjemah :

Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).


Al-Qur'an Surah An-Nahl ayat 11

يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ الزَّرْعَ وَالزَّيْتُونَ وَالنَّخِيلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ


11. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan


Pembentukan Biji

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman mengenai perkembangan biji dalam Al-Baqarah (2):261

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Terjemah :

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

Perkembangan Biji

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman mengenai perkembangan biji dalam Surah Qaf ayat 9 sebagai berikut

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ


9. Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam



Referensi 

https://quran.kemenag.go.id/sura/6

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biologi Sel, Molekuler, dan Bioteknologi Perspektif Al-Qur'an

Biologi Sel, Molekuler, dan Bioteknologi Perspektif Al-Qur'an A. Pendahuluan Gambar 1 . Ilmu Sains Biologi Bersumber dari proses penyelidikan, penelitian ayat kauniyah pada makhluk hidup Tanpa disadari setiap manusia selalu memiliki hubungan dengan biologi dalam kehidupannya sehari-hari entah itu dari tubuh manusia itu sendiri atau di lingkungan sekitarnya. Contohnya penerapan biologi sebagai ilmu seperti energi manusia yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Energi tersebut dihasilkan dari proses biologi yang diperoleh dari makanan bernutrisi yang dikonsumsi setiap hari. Bukan hanya itu saja, terdapat berbagai hewan dan tumbuhan mulai dari yang sederhana hingga kompleks yang berada di lingkungan sekitar.  Istilah biologi sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu bios dan logos. Bios artinya hidup dan logos artinya ilmu. Jadi jika diartikan maka biologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang makhluk hidup dan juga kehidupannya. Di dalam biologi terdiri dari bany...

Fotosintesis Tumbuhan Dalam Perspektif Al-Qur'an

  FOTOSINTESIS DAN PERSPEKTIF  AL-QUR’AN Gambar  Tumbuhan Hijau Sebagai Gudang Pemrosesan Energi               Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan keluasan ilmu-Nya telah menjelaskan tentang proses biologi yang luar biasa di dalam Al-Qur’an yang mulia. Allah telah berfirman dalam Surah Yasin ayat 77.              Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: اَ وَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ Tidakkah manusia mengetahui bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani? Kemudian tiba-tiba saja dia menjadi musuh yang nyata. (Yāsīn [36]:77).              Menurut Kemenag (2019) tafsir ayat di atas adalah adanya sebagian manusia tidak percaya tentang adanya hari Kebangkitan, maka Pada ayat ini Allah mengingatkan mereka kepada kekuasaan-Nya dalam menciptak...

Anatomi, Perkembangan, Embriologi dan Fisiologi Hewan Perspektif Al-Qur'an

Anatomi, Perkembangan, Embriologi dan Fisiologi Hewan Perspektif Al-Qur'an  Gambar 1. Ilmu dasar anatomi dan perkembangan hewan diaplikasikan dalam biomedik dan kedokteran  A. Pendahuluan Al-Qur'an adalah sumber ilmu pengetahuan, ayat-ayat Al-Qur'an menjelaskan kata kunci mengenai biologi. Zoologi adalah cabang ilmu biologi yang khusus mengkaji tentang hewan.  Ada beberapa nama surah dalam Al-Qur'an yang secara otentik berkaitan dengan zoologi. Berikut adalah beberapa nama surah Al-Qur'an yang berkaitan dengan zoologi.  1. Surah Al-Baqarah (Sapi Betina)  2. Surah Al-An'am (Hewan Ternak) 3. Surah An-Nahl (Lebah) 4. Surah An-Naml (Semut) 5. Surah Al-Ankabut (Laba-laba) 6. Surah Al-Fil (Gajah)  Surah yang disebutkan diatas adalah enam surah dalam Al-Qur'an yang memiliki nama surah dengan nama-nama hewan. Selain nama surah yang berkaitan dengan zoologi terdapat ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang hewan dan segala aspeknya mulai dari anatomi, embriol...